Home > Unik > 15 Badan Air yang Paling Menakjubkan di Dunia

15 Badan Air yang Paling Menakjubkan di Dunia

terselubung


Menurut kamus besar bahasa indonesia, Badan Air adalah kumpulan air yang besarnya antara lain bergantung pada relief permukaan bumi, kesarangan batuan pembendungnya, curah hujan, suhu, dsb. misal: sungai, rawa, danau, laut, dan samudra. Dari mata air panas yang bergelembung seperti sampanye hingga danau yang berubah warna, artikel ini mengeksplorasi badan-badan air yang paling indah di bumi, seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com

 

Grand Prismatic Spring, Amerika Serikat

Mata air panas multi-warna Grand Prismatic adalah mata air panas terbesar di Yellowstone National Park di Amerika Serikat. Berdiameter sekitar 90m dan berkedalaman sekitar 50 m. Kolam yang kaya mineral ini memiliki jalur-jalur konsentris dengan warna-warna cerah dari merah ke hijau, yang disebabkan oleh berbagai bakteri pecinta panas penghasil pigmen yang berbeda di setiap jalur. Bagian tengah berwarna biru brilian adalah yang sangat panas dengan suhu mencapai hingga 87 °C.

 

Spotted Lake, Kanada

Ini adalah sebuah danau alkali yang kaya mineral, terutama sulfat, dan mengandung dosis kecil perak dan titanium. Bintik-bintik melingkar muncul selama musim panas ketika sebagian besar air menguap. Terletak di British Columbia, danau ini secara lokal disebut Kliluk, dan dianggap sakral. Selama Perang Dunia I, garam danau digunakan untuk membuat bahan peledak. Selengkapnya baca disini

 

Danau Retba, Senegal

Menyerupai kolam strawberry raksasa, Danau Retba memiliki kadar garam yang sangat tinggi, sehingga sangat mudah bagi orang untuk mengapung di atas air-nya. Hal ini juga menarik pemanen garam. Danau ini terletak di dekat pantai Atlantik Senegal. Ia mendapat warna pink nya yang brilian dari mikroalga pecinta garam yang disebut Dunaliella salina, yang menghasilkan pigmen merah untuk membantu menyerap sinar matahari. Warnanya sangat menonjol selama musim kemarau. Selengkapnya baca disini

 

Blood Falls, Antartika

Dalam limbah beku Antartika timur, air terjun berwarna merah mengalir keluar dari celah-celah di Gleter Taylor. Air berasal dari danau hiper-asin, yang telah terperangkap di bawah gletser selama 2 juta tahun. Karena air yang mengalir keluar ini kaya zat besi, besi bereaksi dengan oksigen di udara dan membentuk karat, menyebabkan air terjun berwarna merah yang cerah. Komunitas kuno mikroba di danau dapat memberikan petunjuk mengenai kehidupan prasejarah di Bumi dan planet-planet lainnya.

 

Caño Cristales, Kolombia

Selama periode singkat antara bulan September dan November, sungai ini berubah dari sungai biasa menjadi pelangi warna. Warna-warna merah, biru, hijau dan oranye pada sungai disebabkan oleh tanaman endemik, Macarenia clavigera, mengalami ledakan pertumbuhan di dalam air sungai – serta lumut dan ganggang. Sungai ini terletak di daerah terpencil dari pegunungan Serranía de la Macarena. Akses ke sungai ditutup sampai pertengahan 2000-an akibat aktivitas gerilya. Selengkapnya baca disini

 

Boiling Lake, Dominica

Danau ini benar-benar mendidih dan mengeluarkan uap. Karena terletak tinggi di Morne Trois Pitons National Park, danau ini sulit diakses. Danau ini terus dipanaskan oleh lava cair di bawahnya, yang melepaskan uap dan gas panas melalui sebuah lubang ke danau. Suhu air di tepinya sekitar 82 – 92 derajat Celcius, sedangkan suhu air di pusatnya, di mana danau secara aktif mendidih belum pernah diukur. Berenang di sini dapat mematikan. Dengan diameter sekitar 76 meter dan kedalaman lebih dari 59 meter, Danau Didih Dominika adalah mata air panas terbesar kedua di dunia. Yang terbesar adalah Danau Wajan (Frying Pan Lake), terletak di Lembah Waimangu dekat Rotorua, Selandia Baru.

Baca Juga:  10 Sekolah Paling Aneh di Dunia

 

Salar de Uyuni, Bolivia

Situs seluas 10.582 kilometer persegi ini adalah situs padang garam terbesar di dunia. Selama musim hujan, padang garam ini akan dibanjiri oleh air dari danau tetangga dan berubah menjadi cermin raksasa yang mencerminkan langit. Wilayah ini merupakan sumber utama lithium. Selengkapnya baca disini

 

Pamukkale Travertine Terraces, Turki

Kolam Turquoise dari air yang mengisi teras batu kapur yang terdeposit oleh air yang mengalir dari mata air panas kaya mineral. Pamukkale berarti Benteng Kapas. Teras Pamukkale terletak di sebelah kota kuno Romawi Hieropolis. Keduanya, teras dan kota, adalah Situs Warisan Dunia UNESCO.

 

Pitch Lake, Trinidad

Danau La Brea Pitch yang hitam dan kental adalah deposit tar atau aspal alam terbesar di dunia. Danau ini diperkirakan terletak antara dua patahan, di mana minyak dibawah tanah merembes. Butiran-butiran air yang tergantung di tar adalah rumah bagi banyak mikroorganisme. Danau ini juga menjadi peti harta karun fosil hewan, karena aspal lengket menjadi perangkap bagi hewan-hewan.

 

Loktak Lake, India

Bintik-bintik di danau ini adalah Phumdi: Jalinan melingkar dari vegetasi, tanah dan material organik lainnya. Phumdi terbesar mencakup lebih dari 40 km persegi. Kaya akan keanekaragaman hayati, danau adalah rumah bagi hewan yang terancam punah seperti ular India dan hoolock gibbon. Danau ini juga memasok air untuk proyek PLTA.

 

Manicouagan Reservoir, Kanada

Juga disebut “Eye of Quebec”, Danau Manicougan terbentuk ketika meteorit menghantam permukaan bumi beberapa ratus juta tahun yang lalu. Bagian tengah cincin terangkat, dan titik tertinggi dikenal sebagai Gunung Babel. Danau ini meliputi area seluas hampir 2.000 km persegi. Selengkapnya baca disini

 

Plitvice Lakes, Kroasia

Dalam taman nasional hutan di Kroasia, air dari serangkaian 16 danau yang saling terkait, mengalir menjadi air terjun. Danau-danau dipisahkan oleh bendungan batu kapur alami. Dinyatakan sebagai Taman Nasional pada tahun 1949, Danau Plitvice adalah Situs Warisan Dunia UNESCO. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk satwa langka seperti lynx, polecats Eropa, dan serigala. Selengkapnya baca disini

 

Kelimutu Crater Lakes, Indonesia

Di atas gunung berapi Kelimutu di Indonesia terletak tiga danau kawah, masing-masing memiliki warna yang berbeda. Danau-danau terletak bersebelahan satu sama lain dalam puncak gunung berapi yang sama. Mereka mengubah warna mereka secara berkala, mulai dari biru menjadi hijau, merah, hitam, dan bahkan cokelat atau putih. Ketiga danau memiliki temperatur dan komposisi kimia yang berbeda.

 

Champagne Pool, Selandia Baru

Seperti dalam segelas sampanye, gas karbon dioksida terus bergelembung di Champagne Pool. Mata air panas yang terbentuk sekitar 900 tahun yang lalu ini, memiliki suhu permukaan sekitar 74 ° C. Tepinya yang berwarna oranye cerah, kaya akan silika, dengan deposit arsen dan antimon sulfida. Ada juga deposit merkuri, thallium, emas dan perak pada batuan sekitarnya.

 

Danau Balkash, Kazakhstan

Sebagian besar terletak di Kazakhstan, Danau Balkhash adalah danau terbesar ke-12 di dunia, tetapi karakteristiknya lah yang membuatnya menarik. Danau ini aneh karena setengah dari danau terdiri dari air tawar dan setengah lainnya adalah air asin.

Balkhash mempertahankan keseimbangan mungkin salah satunya karena kedua bagian tersebut terhubung melalui selat Uzynara yang lebarnya 3,5 kilometer dan dalamnya enam meter. Ada beberapa kekhawatiran bahwa Danau Balkhash bisa kering seperti Laut Aral, karena banyak perairan sumbernya sedang dialihkan.

Republished by Blog Post Promoter

Baca Juga
Di Desa Ini Hampir Semua Anak Perempuan Jadi Laki-Laki Saat Puber
10 Acara Pernikahan Terunik
5 Pulau Buatan Manusia Terindah di Dunia
Video Ular Phyton Terbesar di Dunia
8 Mitos Aneh yang Hanya Ada di Korea Selatan
7 Orang ini Menikah dengan Hewan
7 Konsep Grup Musik Yang Membuktikan Bahwa Jepang Itu Aneh
5 Warisan Paling Aneh yang diberikan Orang Tua ke Anaknya