Home > Terkini > 4 Fakta Terselubung Perampokan di Pondok Indah yang Perlu Kamu Ketahui

4 Fakta Terselubung Perampokan di Pondok Indah yang Perlu Kamu Ketahui


Belum lama ini , kasus perampokan di Pondok Indah menjadi perbincangan publik. Kabarnya, perampokkan itu terjadi di rumah mewah milik mantan Vice President ExxonMobil, Asep Sulaeman, di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Sabtu, 3 September lalu.

Menurut laporan pihak kepolisian, dua perampok telah berhasil diamankan. Dua perampok yang berinisial AJS dan S diketahui telah menyandera, menyakiti, dan mengancam korban selama berjam-jam di dalam rumah, sampai akhirnya polisi datang untuk menyelamatkan Asep sekeluarga.

Hingga pada akhirnya, kasus ini mendapat atensi dari para pejabat kepolisian. Antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Tubagus Ade Hidayat, Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Awi Setiyono.

Dan tahukah kamu, dibalik kasus perampokan ini ada sejumlah fakta – fakta tersembunyi yang perlu kamu ketahui.

Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, inilah dia diantaranya:

 

1. Perampokan Direncanakan di Hotel

Salah satu fakta mengejutkan yang terjadi di Pondok Indah tersebut telah ditangani Reserse Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan. Menurut laporan pihak kepolisian, para perampok sempat melakukan pertemuan di sebuah hotel di Jakarta Selatan sebelum melancarkan aksi.

“Kita periksa tujuh orang. Dua tersangka, lima saksi, dan ini setiap waktu ada perkembangan yang signifikan,” kata Awi di Mapolda Metro Jaya.

“Belakangan, bertambah dari saksi pengelola hotel. Di salah satu hotel di Jakarta Selatan, mereka melakukan meeting untuk perampokan ini. Mereka menyaksikan ada lima orang yang masuk ke kamar yang disewa pelaku,” ujar Awi.

 

2. Direncanakan Sebulan Sebelumnya

Dari hasil laporan pihak kepolisian,perampokan yang terjadi di pondok indah tersebut telah direncanakan sebulan sebelumnya oleh tersangka AJS dan S . Dari hasil rencananya , komplotan AJS mengadakan rapat di rumah kontrakannya, Tangerang, Banten.

Baca Juga:  10 Artis Panas Jepang Dengan Payudara Terbesar

Satu hari sebelum menyelinap ke rumah Asep Sulaeman, AJS sempat berkumpul dengan komplotannya untuk membahas skenario perampokan di hotel.

“Tersangka mempersiapkan diri selama satu bulan di kontrakannya. Pada H-1, tersangka menyewa hotel atas nama inisial AJS, dia mengumpulkan mereka (anggota komplotannya) berempat. Kendaraan pun yang dipakai milik tersangka AJS,” ucap Awi.

 

3. AJS Pakai Pistol Mirip James Bond

Saat melakukan aksinya , pelaku AJS menggunakan pistol yang mirip dengan James Bond. Namun kini , polisi menyita sepucuk senjata api laras pendek jenis walter beserta beberapa butir peluru AK 43 kaliber 7,65, dan peredam bunyi letusan dari tangan kedua tersangka.

Dalam keterangannya, barang bukti tersebut ditemukan polisi di lokasi perampokan, Pondok Indah, dan rumah kontrakan tersangka, Villa Ilhami, Tangerang Banten, Sabtu, 3 September 2015 malam.

“Yang ditemukan waktu Sabtu malam itu senjata jenis walter. Kita temukan di lemari baju tersangka, juga peredam serta beberapa butir peluru 43 kaliber 7,65,” ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini.

 

4. Pelaku Pernah Menjadi Pengawal Korban

Pihak kepolisian juga mengatakan jika pelaku pernah menjadi pengawal korban. Salah satu perampok,merupakan salah satu anggota keamanan ExxonMobil selama kurun waktu 2010 hingga 2016.

Sementara itu, Asep mengaku tak pernah kenal dengan pelaku.

“Pengakuan korban tidak kenal, pengakuan tersangka kenal. Fakta hukumnya bahwa tersangka menyatakan pernah bekerja di ExxonMobil. Dia mengakui kerja sejak 2010 sampai 2016. Ini harus dikonfirmasi juga sama Exxon. Ini Exxon juga kita panggil,” terang Awi.

Baca Juga
Ikon Bintang Diganti Hati, Pengguna Twitter Protes
Visualisasi Black Hole Paling Akurat Ada di Film Interstellar?
Daftar Harga BBM di 16 Negara dan Mengapa Ada yang Murah dan Mahal
Ditemukan Kerangka Makhluk Misterius Diduga Monster Loch Ness

Komentar