Home > Umum > 4 Konstruksi Kuno yang Seperti Mustahil Dibuat Manusia Zaman Itu

4 Konstruksi Kuno yang Seperti Mustahil Dibuat Manusia Zaman Itu

Judi Bola


Kemegahan dan keindahan sebagian besar konstruksi kuno yang tersebar di penjuru dunia sudah sangat diketahui publik. Keberagaman bentuk serta tata letaknya sukses menjadi daya tarik. Bubuhan corak budaya maupun keagamaan yang khas membuatnya tampak artistik.

Pantas jika dikata ajaib karena tak hanya bagi orang awam namun bagi para sejarawan dan arsitek profesional, konstruksi-konstruksi tersebut seolah mustahil dibuat oleh manusia pada masa itu. Masa dimana peradaban dinilai belum semaju sekarang, termasuk dari segi tenaga dan perkakas-perkakasnya. Namun dari segi pengolahan bahan baku sampai perhitungan matematis dirasa sangat tepat sehingga terciptalah konstruksi kokoh, indah, yang hingga kini reruntuhannya terbukti tak lekang dimakan zaman.

Masih tentang konstruksi kuno menakjubkan yang seolah mustahil dibuat oleh manusia, berikut adalah beberapa dari bangunan tersebut.

 

1. Colosseum


Arena gladiator ini terletak di Roma, Italia. Dibangun oleh Kaisar Romawi, Vespasian tahun 72 Masehi dan selesai tahun 80 Masehi oleh anaknya yang bernama Titus. Nama Colosseum diambil dari nama sebuah patung setinggi 40 meter yaitu Colossus, juga disebut sebagai Flavian Amphitheatre, il Colosseo di Italia, serta Le Colisee dan El Coliseo dalam bahasa Roma lainnya.

Luas seluruh bangunan Colosseum berkisar 2.5 ha. Konstruksinya terdiri dari arena kayu tertutup pasir berukuran 86m x 54m, tempat duduk bertingkat bagi penonton, serta area bawah tanah berupa terowongan dan kurungan tempat para gladiator maupun binatang sebelum pertarungan. Tempat ini telah mengalami beberapa kerusakan antara lain kebakaran akibat sambaran petir dan gempa bumi tahun 442, 508, 847, dan 1349.

 

2. Chichen Itza


Situs peradaban Maya di Meksiko didirikan oleh raja suku Toltec bernama Quetzalcoatl bersama suku Maya asli antara tahun 502-522 Masehi (tahun 800 SM menurut versi lain). Itza adalah pusat kompleks bangunan berupa Piramida Kukulcan, Candi Chac Mool, dan bangunan Seribu Tiang. Dalam bahasa Indian setempat, Chichen Itza bermakna “di bibir mata air rakyat” sehingga menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi kebudayaan Maya serta simbol pemujaan dan ilmu pengetahuan.

Kuil terbesar adalah Kukulcan yang bentuknya berupa piramida bertangga dengan teras-teras yang menuju puncak. Di sini kita bisa menjumpai 2 sumur alami, sebuah lapangan permainan, patung Red Jaguar sebagai tempat upacara pengorbanan, serta 8 patung Chac Mool untuk memuja Dewa Hujan. Di tengah kompleks berdiri candi El Castilo berbentuk piramida beratap tumpul.

Baca Juga:  5 Kisah Tragis Akibat Memperbesar Alat Kelamin

 

3. Tembok Besar Tiongkok


Tembok Besar Tiongkok dibangun sebelum periode Dinasti Qin yaitu pada Zaman Musim Semi dan Gugur tahun 722 SM – 481 SM dan Zaman Negara Perang tahun 453 SM – 221 SM. Tujuan pembangunan konstruksi hebat ini adalah untuk dijadikan benteng pertahanan. Tembok besar sendiri selesai pada masa Dinasti Ming (1368-1644). Bangunan ini dilengkapi dengan menara suar, benteng-benteng pertahanan beratapkan jalan, serta 2 pintu gerbang yaitu sebelah paling timur bernama Shanhaiguan dan paling barat bernama Jiayuguan.

Material yang digunakan seadanya antara lain batu gunung, tanah yang digemburkan, rerumputan campur pasir dan ranting konifer. Material berkualitas digunakan pada masa Dinasti Ming yaitu batu bata, batu sebagai fondasi, dan adukan batu kapur dengan beras ketan sebagai semen. Tahun 2009 dilakukan pengukuran ulang dan didapatkan hasil panjang keseluruhan mencapai 8.850 km.

 

4. Borobudur


Borobudur adalah sebuah candi Buddha berupa stupa dengan struktur mirip piramida/punden berundak yang dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana tahun 800-an Masehi, tepatnya pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Borobudur merupakan salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Menerapkan rasio 4:6:9, struktur bangunannya dibagi atas 3 bagian yaitu dasar berukuran 123m x 123m dengan tinggi 4m, tubuh berupa 5 teras bujur sangkar, dan kepala terdiri atas 3 teras melingkar yang tiap tingkatan menopang barisan stupa berlubang. Dilengkapi dengan arca singa penjaga gerbang, 4 pintu masuk, 2.672 panel relief, ±504 arca Buddha, serta stupa utama terbesar sebagai mahkota di tengah monumen. Disebutkan pula bahwa pada Borobudur terdapat 3 tingkatan ranah spiritual menurut kosmologi Buddha di antaranya Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Monumen yang sempat terlupakan di abad ke-14 yang hingga akhirnya ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO ini sekarang dimanfaatkan sebagai objek pariwisata, pusat keagamaan, dan tempat ziarah agama Buddha.

Melihat deretan bangunan di atas, tentu kita bertanya-tanya dalam hati. Bagaimana bisa ya orang-orang dulu membikin bangunan macam begitu? Padahal mereka dianggap tidak memiliki teknologi yang secanggih hari ini. Benar-benar misterius tapi mengundang decak kagum yang luar biasa.