Home > Gaya Hidup > 5 Mitos dan Fakta Tentang Seks Oral yang Perlu Diketahui

5 Mitos dan Fakta Tentang Seks Oral yang Perlu Diketahui

Judi Bola


Oral seks dianggap sesuatu yang menyenangkan, erotis dan mampu membuat orang orgasme dengan cepat. Seks oral dinilai sebagai akivitas yang aman untuk menghindari kehamilan karena tanpa penetrasi. Namun, banyak beredar mitos tentang seks oral yang justru bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Perlu diketahuui, berbagai risiko penyakit bisa menular melalui seks oral. Seperti dilansir dari situs Medical Daily, berikut ini lima mitos serta fakta tentang seks oral yang perlu anda ketahui.

 

Mitos 1: Bebas dari Infeksi Menular Seksual

Fakta: Mitos ini beredar di kalangan pasangan dewasa muda. Faktanya, seks oral tanpa kondom malah meningkatkan risiko infeksi menular seksual.

Risiko meningkat apabila ada luka terbuka di mulut. Beberapa infeksi yang bisa menular melalui seks oral, yaitu HPV, klamidia, dan gonorrhoea.

 

Mitos 2: Seks Oral Tidak Bisa Menyebkan Sifilis

Fakta: Faktanya, sifilis sangat bisa ditularkan melalui seks oral. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Inggris menemukan banyak kasus sifilis akibat seks oral. Sifilis dapat menimbulkan masalah pada alat kelamin, bibir, atau mulut.

Baca Juga:  10 Tanda Cewek yang Memiliki Nafsu Seks Tinggi

 

Mitos 3: Menggosok Gigi Sebelum Seks Oral Menyebabkan HIV

Fakta: Mengalami luka kecil di mulut karena menggosok gigi, lalu melakukan oral seks, tidak meningkatkan risiko penularan HIV.

Menurut AIDS Vancouver, HIV sangat jarang ditularkan melalui mulut, karena air liur mengandung enzim yang mencegah penularan HIV.

 

Mitos 4: Minum Jus Nanas Pengaruhi Rasa Air Mani

Fakta: Pola makan memang dapat memengaruhi cairan yang keluar dari tubuh. Akan tetapi, tidak serta merta akan mengubah rasa air mani, misalnya dengan banyak minum jus nanas sebelum seks oral.

 

Mitos 5: Wanita Tidak Bisa Orgasme saat Lakukan Seks Oral

Fakta: Menurut Planned Parenthood, 80 persen wanita mengalami kesulitan orgasme dengan hanya melakukan hubungan seks vaginal. Nyatanya, wanita mampu mencapai orgasme jusru saat melalukan hubungan seks vaginal dikombinasi dengan rangsangan oral.