Home > Umum > 5 Ramalan Kiamat Paling Menghebohkan Dunia

5 Ramalan Kiamat Paling Menghebohkan Dunia


Hari kiamat, atau hari akhir telah diprediksi akan terjadi oleh berbagai kitab suci maupun studi ilmiah.

Tidak ada yang tahu pasti kapan hari itu datang. Bahkan perkiraan yang mengantarkan pada fenomena terkait hari kiamat selalu meleset. Pun begitu, dari tahun ke tahun, bermunculan isu dunia akan berakhir, yang membuat masyarakat berbondong-bondong secara putus asa mencari cara untuk bertahan hidup. Fenomena tiupan sangkakala pun mengantarkan pada ketakutan dekatnya hari akhir.

Kadang-kadang, prediksi itu terjadi dari kesalahan intrepretasi tulisan masa lampau. Terkadang juga karena kurangnya pengetahuan masyarakat saat itu akan fenonema alam dan sosial. Teori konspirasi pun juga kerap menjadi alasan di balik isu kiamat.

Seperti yang dikutip dari Liputan6.com, berikut 5 ramalan kiamat yang paling menggemparkan dunia.

 

Wabah ‘Hitam’


Pada abad ke-14, lebih dari 50 juta jiwa di dunia terenggut.

Mereka meninggal karena penyakit yang disebut dengan black plague– wabah hitam. Penyakit ini dipicu oleh bakteria yang menyerang organ pernapasan manusia.

Gejala awal penyakit ditandai dengan munculnya benjolan seperti tumor pada bagian leher, paha dan ketiak, berisi nanah– karena pembengkakan kelenjar. Ini merupakan vonis mati. Setelah mengalami sesak nafas, penderita akan muntah darah dan mengalami demam tinggi. Kemudian, meninggal dunia dalam selang waktu dua hari.

Wabah dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus, dan menyebar dengan sangat cepat. Bermula dari Eropa di tahun 1330-an, wabah menghapuskan 45 persen penduduk dalam jangka waktu hanya 4 tahun, dikutip History Today. Berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan menyebarnya wabah dilakukan, dari menggunakan bunga, sampai membakar tubuh orang-orang yang meninggal karena penyakit tersebut. Namun, semuanya sia-sia.

Dari Eropa, wabah menyebar sampai ke Timur Tengah, dan memakan korban jiwa hingga 40 persen penduduk Mesir. Pada akhir abad ke-19, wabah ini diduga telah memakan lebih dari 200 juta jiwa.

Baca Juga:  Little Red Book, Buku Suci Masyarakat Tiongkok yang Kini Tak Lagi Berharga

Pada puncak menyebarnya wabah pada tahun 1346-53, masyarakat percaya dunia akan berakhir. Mengingat kelaziman untuk menemukan satu kota dengan seluruh penduduk yang tidak lagi bernyawa di masa itu. Hal-hal yang berkaitan dengan kematian, seperti tengkorak dan dewa kematian menjadi motif yang umum ditemukan pada budaya dan seni di era tersebut.

Namun, seiring dengan pergantian abad, wabah berangsur berkurang. Penyebaran terus terjadi sampai abad 19, namun, masyarakat sudah lebih cerdas dalam melakukan pencegahan.

Pada era modern sekarang ini, kasus menyebarnya wabah masih ada. Namun, korban jiwa yang dilaporkan jauh lebih rendah dari penyakit seperti gagal jantung atau stroke.

 

Komet Halley


Komet Halley merupakan komet yang melesat di langit dan bisa dilihat dengan mata telanjang setiap 75-76 tahun sekali.

Keberadaan komet Halley ditemukan oleh ilmuwan sejak setidaknya 240 Sebelum Masehi. Namun, pada tahun 1910, teleskop tidak bisa mendeteksi keberadaan komet yang harusnya melintas di langit. Keadaan diperburuk saat Yerkers Observatory mengumumkan ditemukannya cyanogen, zat beracun, pada ekor komet.

Dikutip dari The Guardian, astronomer Perancis dan pengarang Camille Flammorian percaya bahwa zat cyanogen akan “menembus atmosfer dan kemungkinan mengakhiri kehidupan di bumi”.

Panik merebak di masyarakat. Charlatans menjual ‘pil komet’ yang diakuinya akan menbuat orang yang mengonsumsinya imun dari racun yang dibawa komet. Masyarakat makin giat berdoa.

Sementara itu Royal Greenwich Observatory di Inggris menyatakan komet akan mengakibatkan gelombang pasang hebat yang akan mengakibatkan laut pasifik kosong.

Komet pun datang pada 20 Mei 1910. Namun lautan tidak menjadi kosong, dan orang-orang tidak kehabisan napas.

Baca Juga
Ingin Perbesar Payudara, Malah Tumbuh Bulu
5 Pangeran Berwajah Tampan
‘Bahtera Nuh’ bagi Benih-Benih Tanaman Seluruh Dunia
Penampakan Awan Indah Riak Gelombang di Langit Colorado

Komentar