Home > Umum > 50 Belatung Dikeluarkan dari Hidung Pria Ini

50 Belatung Dikeluarkan dari Hidung Pria Ini


Terkadang kita tidak tahu apa yang terjadi di dalam tubuh kita sendiri, hingga terjadi hal-hal yang mencurigakan, seperti keluarnya darah dari daerah-daerah tertentu tubuh kita, atau rasa sakit yang cukup lama. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati.

Seperti yang dikutip dari balabala10.com, seorang pria yang harus dilarikan ke ruang operasi dengan tergesa-gesa, untuk dikeluarkan sekitar 50 belatung dari hidungnya, yang hampir menghancurkan wajah bahkan membunuhnya hidup-hidup. Apa yang sebenarnya terjadi pada pria tersebut?

Operasi yang dilakukan di daerah hidung ini, terutama sinus membutuhkan waktu dua jam, hingga semua belatung benar-benar dikeluarkan. Pria ini awalnya tidak sadar, jika pendarahan yang terjadi di hidungnya tersebut akibat belatung dari lalat yang berkembang biak.

Belatung tersebut bertelur dan membiarkan belatung hidup di dalam hidung pria India, dan hampir berukuran satu centimeter. Belatung tersebut bisa saja memakan tulang dan jaringan sehat dari tubuh pria tersebut. Yang bisa menyebabkan infeksi pada mata dan otak, yang bisa menyebabkan minigitis dan kematian. Mengenai jenis belatung lalat ini dapat dibaca disini

Baca Juga:  5 Buah yang Banyak Diburu di Bulan Ramadhan

Kasus ini sagat jarang terjadi, bahkan Dr Meenesh Juvekar yang melakukan operasi ini mengatakan, jika dalam 15 tahun karirnya, hanya mengalami kejadian ini selama enam hingga delapan kali. Dan biasanya terjadi pada mereka yang sangat rendah sekali kepeduliannya terhadap kebersihan.

Terutama mereka yang jarang membersihkan hidungnya, sehingga lendir yang dihasilkan hidung mengundang lalat untuk bertelur. Jadi bersihkan hidung Anda setiap saat, apalagi lalat merupakan serangga yang memang ada di sekitar kita. Jadi bisa saja kejadian ini juga menimpa kita.

 

Baca Juga
Potret Prostitusi di Bangladesh yang Menyeramkan
Slogan Kota Ini Sekarang Terkesan Menyeramkan
10 Kota di Dunia yang Ramah Bagi Wanita
20 Website Unik (Part 1)