Home > Terkini > 6 Fakta Pilu di Balik Tragedi Pawang Diseret Buaya di Depan Warga

6 Fakta Pilu di Balik Tragedi Pawang Diseret Buaya di Depan Warga


Supriyanto (39) yang mengaku pawang buaya, menjadi korban keganasan buaya di Sungai Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tubuhnya diseret ke dasar Sungai Muara Jawa di hadapan puluhan warga yang menonton. Warga bahkan sempat memvideokan tragedi itu dengan layar telepon seluler atau ponsel.

“Supriyanto menjadi korban kedua diseret buaya muara pada saat itu,” kata Kepala Polsek Sektor Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Ajun Komisaris Triyanto, Senin, 18 September 2017.

Triyanto menjelaskan, Supriyanto pada dasarnya berupaya ikut membantu mencari korban atas nama Arjuna yang hilang di lokasi yang sama. Supriyanto mengaku punya kelebihan supranatural indra keenam. Hingga akhirnya, ia nekat mencari korban dengan menyelami sungai.

Lalu siapa sebenarnya Supriyanto, berikut 6 fakta memilukan di balik tragedi pawang yang diterkam buaya.

 

Merapal Mantra di dalam Sungai

Dengan berendam di dalam sungai, pawang buaya bernama Supriyanto ini menggelar ritual untuk menangkap buaya ganas yang memangsa warga bernama Arjuna.

Namun, saat Supriyanto berenang ke pinggir, tiba-tiba sesuatu yang tidak jelas wujudnya menyerang dari dasar sungai. Di antara keduanya sempat terjadi pergumulan. Namun, beberapa detik kemudian Supriyanto lenyap dan tidak muncul lagi dari sungai. Begitu pun korban yang sebelumnya dicaplok buaya juga hilang.

 

Ahli Sembuhkan Penyakit Aneh

Supriyanto dikenal sebagai sosok orang pintar di daerahnya. Diketahui, ia kerap menyembuhkan penyakit tak wajar yang diderita orang. Karena memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit yang tidak wajar, ia kerap dipanggil ke luar daerah untuk menyembuhkan orang.

Supriyanto mendalami ilmu supranatural sejak muda. Ketenarannya bahkan terkenal hingga ke Pulau Jawa, Sulawesi, dan Sumatera. Namun belakangan diketahui, Supriyanto sebanarnya bukan pawang buaya.

 

Punya 2 Anak Masih Kecil

Supriyanto yang tewas dimangsa buaya, mempunyai dua anak yang masih bersekolah. Anak pertamanya berusia 14 tahun, sedangkan anak keduanya berumu 9 tahun. Supriyanto yang merupakan warga Muara Jawa Ulu, ia bermaksud membantu pencarian korban Arjuna yang dimangsa buaya, pada Sabtu, 16 September 2017.

Baca Juga:  Beli Boneka Seks Disangka Buat Mesum, Ternyata ini Kisah Sesungguhnya

 

Abaikan Firasat Istri

Polisi sebenarnya telah melarang warga untuk berada di dekat Sungai Muara Jawa. Meski belum dipasang garis polisi, Supriyanto nekat menyelam ke dalam sungai. Tak hanya polisi, istri Supriyanto juga telah mewanti-wanti agar Supriyanto tak ikut campur mencari korban.

Namun, kepada istrinya, Supriyanto mengatakan hanya melihat saja. Sebelum pergi ke sungai dimangsa buaya, ia sempat merokok dan meminum kopi bikinan istrinya. Hanya saja, Supriyanto tampak resah.

 

Pawang Hujan

Supriyanto memang dikenal sebagai orang pintar. Ia terbiasa menyembuhkan warga yang menderita penyakit aneh. Dalam kesehariannya, Supriyanto juga dikenal sebagai pencari tokek. Tokek itu sendiri nantinya akan dijual, yang diduga berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kronis.

Ternyata, perkara menangani buaya, Supriyanto belum pernah melakukannya sama sekali. Istrinya mengatakan, suaminya lebih sering diminta menjadi pawang hujan.

 

Kondisi Jenazah

Saat ini, polisi sudah memulangkan kedua jenazah korban agar dikuburkan keluarga masing-masing di Anggana dan Muara.

“Sudah ditemukan keduanya. Kondisi mayat korban masih utuh, hanya ada beberapa luka di badannya,” ucap Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Muara Jawa, Ajun Komisaris Triyanto.

Triyanto menjelaskan, korban pertama atas nama Arjuna ditemukan mengambang berjarak 10 meter dari lokasi serangan buaya pada Sabtu, 16 September 2017 pukul 00.45 WITA. Pada jenazah korban terdapat luka di sekitar area wajah dan tangan kanannya.

Adapun Supriyanto yang mengaku sebagai pawang buaya, ujar Triyatno, mengalami luka robek gigitan di kaki kiri dan wajahnya. Kedua korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan napas setelah diseret ke dalam sungai di Muara Jawa yang dasarnya mencapai lima meter.

Baca Juga
Pesan Tertulis di Situs KPAI yang Kena Hack
Gak Mau Dipaksa Nikah Lagi, Pria ini Nekat Potong ‘Burungnya’ Sendiri
Awas! Ada Razia Batu Akik
Kostum-Kostum Halloween yang Seksi dari para Selebritis

Komentar