Home > Terkini > 6 Resolusi Aneh Agar Lebih Sehat di 2016

6 Resolusi Aneh Agar Lebih Sehat di 2016


Di penghujung tahun 2015 ini beberapa orang sudah menyiapkan beberapa resolusi yang akan dilakukan di 2016 mendatang. Mulai resolusi karier, percintaan, impian bahkan kesehatan. Bicara tentang menjadi lebih sehat di tahun depan, beberapa pakar memberikan anjuran yang menjadi resolusi di 2016.

Bisa atau tidak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari pun tergantung dari tekad dan keinginan Anda masing-masing. Apa sajakah anjuran kesehatan tersebut? Seperti dilansir dari Women Health Magazine, inilah resolusi aneh yang dianjurkan agar lebih sehat di 2016, seperti yang dikutip dari wolipop.com

 

1. Lebih Sering Bertelanjang
Menurut pakar seksologi dan percintaan, Carlen Costa, Ph.D., tidak menggunakan pakaian atau telanjang dapat membuat kulit dan vagina lebih mudah bernapas. Beraktivitas tanpa busana, tentunya tidak disarankan karena bertentangan dengan etika sosial. Namun tidak menjadi masalah jika Anda tak mengenakan pakaian saat tidur. Selain itu tidur telanjang juga bisa memaksimalkan efek dari aktivitas fisik Anda di siang hari. Pakar fitnes Charles R Poliquin menyatakan bahwa ketika seseorang tidur telanjang, akan membantu menurunkan tingkat kortisol atau hormon stres. Lebih sedikit kortisol yang diproduksi tubuh saat tidur, maka hormon tersebut akan lebih banyak dikeluarkan di siang atau pagi hari. Hormon kortisol yang diproduksi pada pagi atau siang hari bisa digunakan tubuh sebagai cadangan energi ketika intensitas aktivitas fisik Anda terhitung tinggi, misalnya berolahraga.

 

2. Berhenti Konsumsi Obat
“Coba Anda cari tahu dan temui dokter untuk membicarakan tentang berhenti mengonsumsi obat-obatan yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Tanyakan kepadanya, apakah ada terapi yang dapat menggantikan obat-obatan tersebut? Atau proses pembedahan yang dapat menghentikan konsumsi obat?” kata Antonio Pizarro, M.D., seorang pakar ginekologi dari Shreveport, Louisiana.

Pakar ginekologi itu mengaku terkejut saat mengetahui ada pasien yang mengonsumsi obat 10 hingga 20 butir, padahal yang benar-benar ia butuhkan hanya satu atau dua jenis saja. Terlalu banyak konsumsi obat melebihi kebutuhan bisa berpengaruh pada fungsi ginjal, jantung, dan berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang.

 

3. Ganti Makanan Rendah Lemak dengan Tinggi Lemak
Anda mungkin terkejut dengan yang satu ini. Bukankah makanan dengan kandungan lemak tinggi berbahaya untuk tubuh? Menurut pakar diet di Rumas Sakit Khusus Bedah di New York, lemak membantu penyerapan nutrisi dari susu dan dapat mengenyangkan. Lemak juga dapat membantu menyeimbangkan karbohidrat alami di dalam susu (laktosa). Hanya saja batasi konsumsinya hanya dalam jumlah kecil. Jangan sampai berlebihan, misalnya menyantap ayam goreng tepung atau makan es krim setiap hari. Ambil manfaat lemak dari sumber yang sehat misalnya yoghurt, daging ayam, minyak ikan, minyak zaitun, atau lemak dari kacang-kacangan.

Baca Juga:  Payudara Emily Ratajkowski Tumpah di Bak Mandi

 

4. Kurangi Penggunaan Gadget
Menurut psikiater dari Beverli Hills, Sheenie Ambardar, M.D., setidaknya tunggu selama satu jam untuk melihat ponsel Anda setelah bangun tidur dan hentikan penggunaan posel satu jam sebelum tidur.

“Beri diri Anda kesempatan untuk merencanakan dan membayangkan kegiatan Anda hari ini maupun besok tanpa gangguan dari internet, dan berikan otak Anda waktu unntuk beristirahat sebelum tidur agar waktu istirahat Anda lebih berkualitas,” Ujar Sheenie.

 

5. Kedipkan Mata Lebih Sering
Bukan mengedipkan mata untuk menggoda lawan jenis. Tapi kedipkan kedua mata Anda lebih sering. Saat kita sedang serius melihat sesuatu seperti menatap layar laptop, posel atau menonton TV, seringkali kita lupa mengedipkan mata. Padahal hal tersebut dapat menyebabkan mata kering, sehingga berpotensi membuat penglihatan kurang jelas atau tidak nyaman.

“Jadikan mengedip kebiasaan saat menjalani seluruh aktivitas sehingga membuat mata Anda lebih sehat,” ujar Robert Noecker, M.D., pakar kesehatan mata.

 

6. Minum Jus Ceri Sebelum Tidur
Menurut Robert S. Rosenberg, spesialis kesehatan tidur dan penulis buku ‘Sleep Soundly Every Night, Feel Fantastic Every Day’, jus ceri menghasilkan melatonin serta proanthocyanadin yang membentuk pigmen merah. Zat tersebut diyakini dapat meningkatkan jumlah tiptofan yang menyerap ke serotonin dan melatonin yang berguna untuk tidur. Selain itu, jus ceri juga bagus untuk membersihkan darah serta menyingkirkan sisa-sisa racun pada lapisan kulit yang dapat menyebabkan jerawat. Jus ceri juga sangat efektif mengurangi peradangan nyeri pada tulang sendi.

Baca Juga
Bola Api Misterius di Langit Bangkok Pagi Tadi
Miris! Setelah Taman Bunga Kini Taman Lampion yang Diserbu Pasukan Selfie
“Dracula Untold” Dituding sebagai Propaganda Satanisme Illuminati
Kontroversi Acara Televisi yang Olok-Olok Kebrutalan ISIS

Komentar