Home > Terkini > Anak Dibawah 10 Tahun Diharamkan Pakai Smartphone di Inggris

Anak Dibawah 10 Tahun Diharamkan Pakai Smartphone di Inggris


Penggunaan smartphone di berbagai kalangan kini memang tak dapat dibatasi, termasuk anak-anak. Jika di negara kita sendiri anak-anak sudah dimanjakan dengan teknologi dan bebas menggunakan smartphone, di negara Inggris tidak berlaku hal serupa.

Menurut yang dilaporkan laman Mirror, anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dikabarkan tidak akan boleh menggunakan smartphone lagi. Pasalnya, para orang tua semakin resah terhadap berbagai dampak negatif yang berawal dari penggunaan smartphone oleh anak-anak.

Oleh karena itu, para orang tua ini mengadakan polling yang berada di bawah naungan kelompok e-safety Internet Matters. Hasil polling tersebut mengungkap sebanyak 85 persen orang tua ingin pelarangan smartphone bagi anak berusia dibawah 10 tahun harus segera dilegalisasikan oleh pemerintah.

Kenyataannya, seperti yang dikutip dari liputan6.com, anak-anak yang menggunakan smartphone di negara Inggris sangatlah banyak. Berdasarkan data yang diungkap General Manager Internet Matters, Carolyn Bunting, 65 persen anak-anak berusia 8-10 tahun menggunakan smartphone untuk keperluan akses jejaring sosial dan bermain game.

Baca Juga:  Facebook Akan Hadirkan Tombol Dislike, Drama SosMed Akan Makin Menggila

“Dengan jumlah yang menurut kami cukup besar, sudah seharusnya legalisasi pembatasan penggunaan smartphone untuk anak berusia di bawah 10 tahun segera dilakukan oleh pemerintah. Kami pun yakin para orang tua akan sangat mendukung ini, melihat dari hasil polling yang telah diikuti mereka,” kata Carolyn.

Jika memang legalisasi pembatasan penggunaan smartphone untuk anak berusia di bawah 10 tahun segera direalisasikan, para orang tua setidaknya dapat bernapas lega. Hal ini setidaknya dapat menghindari anak mereka dari ancaman penyimpangan perilaku penggunaan smartphone secara negatif.

Seperti yang sudah diketahui, kebanyakan anak-anak mereka yang berusia 8-10 tahun sering menggunakan aplikasi pesan instan seperti Snapchat untuk mengirim foto selfie seronok dan juga melakukan sexting atau berkirim pesan cabul. Oleh karena itu, antisipasi semacam ini memang perlu direalisasikan agar menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak-anak.

Baca Juga
Pansus Asap Kemungkinan akan Studi Banding ke Brazil
Warga Indonesia Ini Pukau Warga Swiss Saat Nyanyikan Lagu Italia
Pria ini Bisa Meramal Hanya dengan Menyentuh Bagian Payudara Cewek
Mati Bunuh Diri Dia! Video Bom dan Penembakan di Sarinah

Komentar