Home > Gaya Hidup > Baju Bermotif ‘Miss V’ Ini Jadi Kontroversi

Baju Bermotif ‘Miss V’ Ini Jadi Kontroversi


Setelan baju karya percancang ternama Australia, Wayne Cooper memicu kontroversi di media sosial. Baju yang dijual seharga 100 Poundsterling atau sekitar 2 juta rupiah itu bermotif alat kelamin wanita.

Dress itu pun kini viral di dunia internet. Kronologinya bermula, ketika seorang blogger Australia memamerkan baju yang baru dibeli itu kepada suaminya. Kemudian suaminya mengatakan kalau dress itu mirip vagina. Di blog tersebut, wanita itu kemudian mengunggah foto dengan tagar #DressFail dan #OnceYouSeeYouCantUnsee.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, blog itu langsung mendapat banyak respons dari wanita-wanita lain yang telah memebelinya. Kemudian mereka semua sepakat menamai dress tersebut dengan nama vagina print.

Baca Juga:  Orang yang Belajar Musik Cenderung Lebih Sukses di Kehidupan


sahara print

Sebenanrya, baju itu didesain untuk pakaian musim panas. Dari situs resmi desainernya, baju itu bernama Sahara Print. Sementara, filosofi motifnya bertujuan untuk membangkitkan kepercayaa diri dan kemewahan yang modern.

Namun sayangnya, banyak pengguna media sosial membuat baju itu jadi lelucon. Seseorang berpura-pura bertanya: “Apakah itu dress bergambar vagina, ups! Maksudku dress rancangan desainer?” Lelucon lainnya menulis: “Aku mencoba dress itu dengan anakku yang berusia 15 tahun, dan dia tertawa terbahak-bahak dan memintaku melepasnya.”

Baca Juga
Terlalu Sering Mandi Nggak Bagus Buat Kesehatan
5 Alasan Kalau Pria Humoris Itu Lebih Mudah Laku Ketimbang yang Tampan
Gelagat Ibu Hamil Cerminkan Jenis Kelamin Buah Hatinya
5 Posisi Sex yang Berbahaya

Komentar