Home > Umum > Ikan Pengincar Buah Zakar di Perairan Swedia

Ikan Pengincar Buah Zakar di Perairan Swedia


Kaum pria di Swedia di peringatkan agar tetap mengenakan celana saat berenang di perairan wilayah selatan negara itu. Pasalnya, ada ikan dari Amazon yang bergigi tajam dan siap mengincar buah zakar mereka.

Peringatan disampaikan oleh para ahli dari Museum Sejarah Nasional Swedia mengenai keberadaan ikan pacu di perairan Oresund Sound. Ikan kerabat piranha ini biasa ditemui di hutan Amazon.

Peringatan dikeluarkan setelah pekan lalu, seorang nelayan menangkap ikan pacu sepanjang 21 meter. Ikan ini bisa tumbuh hingga 90 centimeter dan berat 25 kilogram. Ikan mengerikan ini sering dijuluki “si pemotong testis” lantaran kerap membunuh orang dengan menggigit buah zakarnya hingga putus. Sangat mengerikan.

“Tetap kenakan celanamu jika berenang di Sound beberapa hari ini – mungkin masih banyak lagi di sana,” ujar peringatan para ahli seperti dilansir unikgaul.com.

Baca Juga:  8 Penyebab Mati Mendadak Saat Tidur

Selain di Amazon, ikan ini biasanya ditemui di basin Orinoco di Amerika Serikat dan Papua Nugini. Di Texas, Amerika Serikat, ikan ini juga meresahkan sehingga pemerintah setempat menggelar sayembara berhadiah US$100 untuk setiap ikan pacu yang ditangkap.

Bentuknya mirip piranha, hanya saja giginya lebih besar, sekilas mirip gigi manusia. Gigi ikan pacu lebih datar dan kuat, cocok untuk menghancurkan targetnya, yaitu testis. Ahli perikanan, Henrik Carl mengatakan biasanya ikat ini memakan kacang, buah-buahan atau ikan-ikan kecil.

“Tapi testis manusia adalah target alami. Mereka menggigit karena lapar, dan ukuran testis pas dengan mulut mereka,” kata Carl.

Beberapa kasus mematikan terjadi di negara-negara Pasifik. Dua orang nelayan dilaporkan tewas kehabisan darah setelah ikan pacu ini menggigit habis testis mereka. Kasus lainnya tercatat terjadi di Papua Nugini.

 

Baca Juga
5 Prinsip Steve Jobs
Ada Model Tata Surya Sesuai Skala di Padang Gurun Nevada
10 Kali Menikah, Gadis Iran Ini Masih Perawan
10 Kasus “Perang” Di Media Sosial yang Sempat Menggegerkan Masyarakat Indonesia