Home > Terkini > Lawan Ejekan, Bekasi Kini Miliki Kedutaan Besar

Lawan Ejekan, Bekasi Kini Miliki Kedutaan Besar


Selayaknya sebuah negara, Kota Bekasi memiliki Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Bekasi. Namun bila diamati, kantor yang bermarkas di Jalan Raya Jatikramat No. 2A, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, ini lebih mirip tempat nongkrong.

Berbeda dengan Kantor Kedubes negara-negara sahabat di Jakarta yang dilapisi pengamanan gedung ekstra ketat.

Disebut mirip tempat nongkrong karena dipenuhi jajanan memakai gerobak. Di sana juga banyak anak-anak muda yang condong ke dunia seni dan budaya.

“Kedubes Bekasi ini memang dijadikan wadah tempat kumpulnya anak-anak muda pecinta seni dan budaya,” ujar Fithor Faris (34) penggagas Kedubes Bekasi.

Seperti yang dikutip dari kompas.com, Fithor menjelaskan, Kedubes Bekasi bukanlah kantor perwakilan diplomatik suatu negara. Akan tetapi, sebuah nama tempat berkumpulnya beberapa komunitas anak muda pecinta seni dan budaya di Bekasi.

 

Disahkan Wakil Wali Kota Bekasi
Awalnya, komunitas tersebut bernama komunitas ‘Pede Gede’ Kreatif yang dibentuk pada awal 2014 lalu. Namun pertengahan tahun 2015, nama itu diubah menjadi Kedubes Bekasi. Bahkan komunitas ini disahkan oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu pada 1 November 2015.

Fithor memilih nama itu, karena dia tak tahan Bekasi kerap dibully (diejek) oleh masyarakat melalui media sosial. Menurut dia, ejekan itu sangat berlebihan dan menyakitkan karena Bekasi juga merupakan daerah di Indonesia.

Dia mencontohkan, Bekasi kerap diejek sebagai planet luar angkasa karena suhu di Bekasi sangat panas. Ditambah lagi, arus lalu lintas Bekasi selalu macet. “Nama Kedubes Bekasi ini untuk membalas sindirian bahwa Bekasi merupakan planet luar atau negara luar,” kata Fithor.

Meski baru disahkan, namun komunitas ini telah memiliki agenda rutin yang berlangsung satu hingga tiga kali setiap bulan. Misalnya, pembacaan puisi, seni ilustrasi, musik, pembuatan komik, literasi diskusi, pelatihan pembuatan puisi, seni lukis, serta seminar pengusaha muda (enterprenership).

“Kami juga menggandeng komunitas Gara Rupa yang konsep pada kreatifitas desain. Diharapkan, makin banyak komunitas yang nongkrong bareng di sini,” ucapnya.

Ide Fithor untuk membangun wadah komunitas seni dan budaya, rupanya tak main-main. Pria lulusan Magister di Insitut Kesenian Jakarta (IKJ) 2013 lalu ini, berencana membangun sebuah galeri di lahan seluas 1.000 meter persegi di sana.

Baca Juga:  Cerita Ketua Muhammadiyah soal Sikap Jokowi Terhadap PKI #JokowiTurunDolarTurun

 

Pajang ejeken Bekasi
Galeri itu akan memajang ejekan tentang Kota Bekasi di media sosial sejak akhir 2014 lalu. Diharapkan pengunjung yang datang ke sana mengetahui bagaimana kotanya diejek oleh masyarakat. Dari situ, kata Fithor, bisa menimbulkan jiwa-jiwa kreatif bernilai positif di kalangan anak muda.

“Dengan begitu, kami bisa membuktikan bahwa Bekasi juga punya potensi di bidang kreatif, seni, budaya,” katanya. “Jadi, jangan ejek Bekasi di media sosial,” tambahnya.

Terbentuknya nama Kedubes Bekasi ini mendapatkan berbagai respon positif dan negatif dari warga Bekasi. Bahkan ada beberapa yang tidak setuju dan meminta agar namanya diubah. “Kalau ada yang menolak, mari kita bicarakan sama-sama biar jelas,” kata Fithor.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu membenarkan dirinya telah meresmikan Kedutaan Besar Bekasi pada 1 November lalu. Menurutnya, Kedutaan tersebut, bukan seperti kedutaan pada umumnya yaitu perwakilan sebuah negara di negara lain. “Itu hanya istilah saja, kedubes seni, sehingga tidak ada motivasi lain,” kata Syaikhu.

 

Komunitas kreatif

Syaikhu menjelaskan, Kedubes Bekasi merupakan komunitas kreatif yang dapat menghasilkan sejumlah karya dari tangan anak muda. Misalnya puisi, musik, komik, lukis dan sebagainya.

“Kedubes ini sebagai tempat kumpulnya duta-duta kreatif di bidang seni Kota Bekasi,” ujarnya.

Pantauan Warta Kota, Kedubes Bekasi berada di pinggir Jalan Raya Jatikramat. Bukan hanya gerobak penjaja makanan saja, di sana juga ada sebuah kios buku bekas yang dijual dengan harga murah.

Kedubes itu berdiri di lahan seluas 1.000 meter persegi milik Fithor. Awalnya bangunan itu disewa oleh penjual mie ayam. Namun pertengahan tahun penjual mie ayam menutup kiosnya.

Oleh Fithor diubah menjadi Kedubes Bekasi yang dikelilingi gerobak makanan seperti gado-gado, bakso, nasi goreng, es krim dan sebagainya

Baca Juga
Bocah Mirip Angeline Bikin Netizen Penasaran
Tips Bermain Pokemon Go
Mayat ini Mendadak Bangkit Ketika Sedang Dimandikan
KPK: Wajar Mega Sebut Bubarkan KPK

Komentar