Home > Sejarah > Sejarah Sex Toys

Sejarah Sex Toys


Sex toys bisa bantu kamu meningkatkan kualitas sesi bercinta. Tapi tahukah kamu bagaimana sejarah “mainan” ini? Berikut info yang dikutip dari berjambang.blogspot.com.

 

Caveman Porn

Patung ini dipercaya sebagai simbol seks paling tua. Patung yang memperlihatkan bentuk payudara dan alat kelamin wanita tersebut ditemukan di sebuah gua di kawasan Stuttgart, Jerman pada tahun 2008. Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, patung ini telah berusia 35.000 tahun.

 

Olisboses

Apa yang ada di pikiran kamu saat ingin memberikan hadiah kepada seorang teman yang pasangannya sedang pergi berperang? Sekitar 500 S.M. wanita Yunani memberikan olisboses (sebutan untuk dildo di zaman itu) pada teman mereka yang suaminya pergi perang atau meninggal dunia. Hmmm… so thoughtful.

 

Cock Ring

Di Cina, para pria di masa Dinasti Jin dan Song menggunakan cock ring yang cukup unik. Mengejutkannya, para pria di masa itu menggunakan kelopak mata kambing sebagai cincin untuk mempertahankan ereksi Mr. Happy dan bulu matanya untuk menstimulasi area Ms. Cheerful (yuck!). Mengejutkannya lagi, pada masa itu, barang tersebut menjadi simbol status dan banyak orang-orang kaya memilih bahan langka dan eksotik sebagai koleksi favorit sex toys mereka. Oh God!

Baca Juga:  Penampakan Isi Rumah Nabi Muhammad, Sangat Sederhana Sekali

 

Whips & Chains

Justine, novel kontroversial terbitan tahun 1791 karya Marquis de Sade dikaitkan menjadi pendorong pertama orang-orang mengenal istilah bondage dan dominasi di ranjang. Kemudian berkembang menjadi lebih terkenal dengan istilah BDSM (bondage-domination-sadism-masochism) hingga sekarang. Dan untuk sesi erotis ini kamu memang membutuhkan banyak “peralatan pendukung” seperti pecut, rantai, penutup mata, atau bahkan borgol.

 

Baca Juga
Bencana Longsor yang Menciptakan Tsunami Besar
7 Kota Kuno yang Tenggelam di Dasar Laut
Hotel ‘Hantu’ Sisilia Ini Tak Pernah Ada Tamu Selama 61 Tahun
Bayi Lucu Dalam Foto ini Akan Tumbuh Jadi Orang Pembawa Malapetaka

Komentar