Home > Sejarah > Terungkap! Istilah ‘Pedagang Kaki Lima’ Berawal dari Kesalahan Penerjemahan

Terungkap! Istilah ‘Pedagang Kaki Lima’ Berawal dari Kesalahan Penerjemahan


Di Indonesia, kita bisa dengan mudah sekali menjumpai pedagang kaki lima. Mereka banyak ditemukan di pasar, area publik, dan seringkali pinggir jalan. Umumnya mereka memanfaatkan area pinggir jalan untuk berjualan. Mulai dari menggelar dagangan di emperan hingga yang memakai gerobak. Tapi tahu kah kira-kira sejak kapan pedagang kaki lima ini ada di Indonesia?

Ternyata munculnya pegadang kaki lima itu berawal dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Saat itu, peraturan pemerintahan memiliki aturan yang mengharuskan setiap jalan raya memiliki area untuk para jalan kaki (saat ini kita menyebutnya trotoar). Nah, lebar ruas atau area untuk pejalan kaki adalah lima kaki (5 feet). Kira-kira lebarnya 1,5 meter. Dari situlah kemudian muncul persoalan baru.

Baca Juga:  Puma Punku yang Misterius

 

Kilas Balik ke Zaman Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles (1811-1816)


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kehadiran pedagang kaki lima itu muncul jauh saat Indonesia masih dalam jajahan Belanda. Di Jakarta, kehadiran pedagang kaki lima bermula ketika Raffles memerintahkan sejumlah pemilik gedung di jalan utama Batavia untuk menyediakan ruas jalan khusus untuk pejalan kaki. Lebarnya adalah lima kaki.

Ruas jalan tersebut kemudian jadi tempat yang sering disinggahi para pedagang untuk beristirahat. Mereka beristirahat sambil menunggu kalau-kalau ada pembeli yang membeli dagangan mereka. Dari situ, ternyata banyak juga pembeli yang membeli dagangan mereka di pinggir jalan tersebut. Para pedagang yang berjualan di ruas jalan tersebut pun disebut pedagang kaki lima.

Baca Juga
Asal Muasal dan Peranan Minangkabau dalam Sriwijaya & Majapahit
Kisah Tragedi SS Eastland dan Hantu di Studio Oprah
Fakta dan Sejarah Claude Shannon, Sang Teknisi yang jadi Google Doodle
Kemegehan Titanic Dalam Foto Berwarna

Komentar